Bawaslu Inhil Gelar Bincang Demokrasi Session II, Dorong Partisipasi Gen Z pada Pemilu 2029
|
Tembilahan, Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hilir menggelar kegiatan Bincang Demokrasi Session II di halaman Kantor Bawaslu Inhil, Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk meningkatkan partisipasi generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), dalam menyukseskan Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Provinsi Riau, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir, Fakultas Hukum Universitas Islam Indragiri (Unisi), Duta Remaja Riau-Inhil, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Inhil, serta perwakilan Lawyer Masuk Sekolah.
Ketua Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir, Rustam, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Bincang Demokrasi menjadi salah satu upaya membangun partisipasi masyarakat, khususnya Gen Z yang akan menjadi bagian penting dari pemilih pada Pemilu 2029.
“Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk membangun partisipasi, khususnya Gen Z yang nantinya akan menjadi pemilih pada Pemilu 2029,” ujar Rustam.
Menurutnya, Gen Z perlu meningkatkan literasi, terutama literasi digital, agar mampu menyaring berbagai informasi yang beredar di media sosial. Hal tersebut penting untuk mencegah masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi hoaks yang kerap muncul pada tahapan Pemilu.
“Gen Z harus meningkatkan literasi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi hoaks yang muncul pada saat tahapan Pemilu. Jika tidak bijak dalam menggunakan media sosial, informasi yang tidak benar dapat memengaruhi pilihan pemilih,” jelasnya.
Rustam juga menyinggung pentingnya memahami ketentuan dalam memilih dan dipilih dalam Pemilu. Ia mencontohkan adanya informasi yang mengaitkan pilihan pemimpin semata-mata dengan latar belakang agama.
Sementara itu, Amiruddin Sijaya, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa Gen Z merupakan generasi yang perlu didengarkan dan dirangkul untuk bersama-sama berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi dan Pemilu.
Ia menekankan bahwa penyelenggara Pemilu harus memiliki integritas dan kompetensi serta menjaga netralitas agar pelaksanaan Pemilu berjalan demokratis.
“Jadilah pemilih yang cerdas dan partisipatif. Pemimpin yang baik berawal dari proses pemilihan calon yang tepat,” pesannya kepada peserta diskusi.
Ketua Forum TBM Pengurus Daerah Indragiri Hilir, Mohd. Ridwan, S.Pd., menyampaikan bahwa pemilih perlu mempertimbangkan latar belakang dan rekam jejak calon sebelum menentukan pilihan.
“Memilih calon pada saat pelaksanaan Pemilu harus melihat latar belakang dan rekam jejak yang baik. Ketika pemilih salah menentukan pilihan pemimpinnya, hal tersebut dapat berdampak terhadap kebijakan yang akan dirasakan selama lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan Bincang Demokrasi dapat mendorong Gen Z untuk terlibat dalam gerakan meningkatkan minat dan daya baca. Menurutnya, budaya membaca dapat membantu meningkatkan literasi dan pengetahuan masyarakat, termasuk pemahaman mengenai kepemiluan.
Selanjutnya, Pembina Duta Remaja Inhil, Dr. Titin Triana, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Bawaslu Inhil melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
Ia juga mengajak mahasiswa dan pemuda untuk aktif dalam organisasi karena pengalaman berorganisasi dapat memberikan wawasan dan keterampilan.
“Jangan tanyakan apa yang diterima dari organisasi, tetapi berikanlah yang terbaik untuk kemajuan organisasi,” pesannya.
Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Indragiri Hilir yang membidangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih, Parmas dan SDM), Muhammad Arif, menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam Pemilu memiliki landasan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2022 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu dan Pemilihan.
Ia mengatakan KPU Inhil terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah, sebagai bagian dari upaya memberikan pendidikan kepemiluan secara berkelanjutan.
“Pendidikan kepemiluan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pemahaman yang baik mengenai Pemilu dan dapat berpartisipasi secara aktif,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bincang Demokrasi Session II tersebut, terdapat dua hal penting yang menjadi perhatian bersama, yaitu pentingnya pemanfaatan literasi digital dan literasi politik. Kedua hal tersebut diharapkan dapat membantu Gen Z menjadi pemilih yang kritis, cerdas, dan berpartisipasi secara positif dalam proses demokrasi menuju Pemilu 2029.
Penulias : Syamsul Hadi
Editor : Gusti Kesumadinata