Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Inhil Ajak Mahasiswa UNISI Jadi Pengawas Partisipatif di Era Digital

#

Musdalifah, S.E., M.Ak., Kordiv SDMOD Bawaslu Inhil, saat menyampaikan sosialisasi kelembagaan Bawaslu kepada mahasiswa UNISI dalam kegiatan Bawaslu Goes to Campus.

Tembilahan, 10 September 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hilir mengajak mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) untuk turut berperan dalam pengawasan pemilu secara partisipatif, khususnya di tengah derasnya arus informasi di ruang digital.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bawaslu Goes to Campus yang dirangkaikan dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Hukum UNISI, Kamis (10/9/2026), di Kampus UNISI Tembilahan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD) Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir, Musdalifah, S.E., M.Ak., sebagai narasumber. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kelembagaan Bawaslu sekaligus meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai kepemiluan dan pentingnya pengawasan partisipatif.

Dalam pemaparannya, Musdalifah menekankan bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata menjadi tugas Bawaslu dan jajaran penyelenggara pemilu. Masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki ruang untuk ikut mengawal proses demokrasi.

“Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu dan jajaran penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Musdalifah.

Mahasiswa dan Tantangan Pengawasan di Ruang Digital

Menurut Musdalifah, perkembangan teknologi dan media sosial telah membuka ruang partisipasi yang semakin luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, ruang digital juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak benar dan berbagai konten yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah potensi pelanggaran dan persoalan dalam tahapan pemilu, di antaranya hoaks, kampanye hitam (black campaign), serta politik uang atau serangan fajar.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk memiliki sikap kritis dalam menerima maupun menyebarkan informasi kepemiluan. Verifikasi informasi menjadi langkah penting agar media sosial tidak justru menjadi ruang penyebaran informasi yang menyesatkan.

“Peran adik-adik mahasiswa dalam pengawasan, terutama ketika bermedia sosial, adalah memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang diterima sebelum menyebarkannya. Jangan sampai kita justru ikut menyebarkan informasi yang tidak benar,” jelasnya.

Musdalifah juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu menyampaikan laporan kepada Bawaslu apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu. Keterlibatan tersebut dinilai menjadi bagian dari pengawasan berbasis masyarakat yang dapat membantu memperkuat kerja pengawasan pemilu.

Kolaborasi Perkuat Pengawasan Partisipatif

Lebih lanjut, Musdalifah menyampaikan bahwa pengawasan pemilu membutuhkan kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat. Perguruan tinggi, menurutnya, menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

“Bawaslu tidak bisa melakukan pengawasan pemilu secara mandiri. Kami membutuhkan peran serta masyarakat, termasuk adik-adik mahasiswa, baik melalui pengawasan di ruang digital maupun ruang-ruang partisipatif yang tersedia,” tuturnya.

Melalui kegiatan Bawaslu Goes to Campus, Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir berharap mahasiswa baru UNISI tidak hanya mengenal tugas dan fungsi Bawaslu, tetapi juga memahami berbagai potensi pelanggaran pemilu serta memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi proses demokrasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir memperluas edukasi kepemiluan dan membangun sinergi dengan lingkungan perguruan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang partisipatif, demokratis, dan berintegritas.

Penulis : Gusti Kesumadinata

Editor dan Foto : Muhammad Fajriansyah